Pagi ini check email seperti biasa sebelum beraktifitas..dan ternyata byk sekali yg tak terbaca. Akhirnya bersih2 inbox deh..eh malah ketemu email milis (xilkomugm2004@yahoogroups.com, yg judulnya begi yg sedang mencari..) aq baca lagi comment dari mbak Datu, juga tanti n jawaban q sendiri ats diskusi kecil yg tercipta dari layangan email tsb. Dan sekarang jd pengen menyimpan disini..here we go..
> From: Datu Anggarani <kyra_adia@yahoo. com>> Subject: Re: [XilkomUGM2004] Fw: [yisc8284] Buat> Yang Lagi MEncari> To: xilkomugm2004@ yahoogroups. com> Date: Monday, November 17, 2008, 9:12 AM
> Yaya artikel yang bagus....dan> sepertinya memang sangat dibutuhkan oleh orang-orang> di jaman sekarang ini, yang merasa satu untuk> selamanya tidaklah cukup (apapun alasannya).> Aku ikut nimbrung dikit ya...^_^> Manusia itu diciptakan unik, karena itu tidak ada> seorangpun yang sama satu dengan yang lainnya, kalau> ada yang mengatakan aku cocok dan punya minat sama> dengan pasanganku, maka yang sebenarnya adalah saat> itu dia masih memiliki hati yang mau mengerti dan> memahami pasangannya, tetapi setelah cukup lama dan> mungkin cinta yang menggebu mulai suam, maka> kemampuan untuk mau menerima kekurangan pasangan itu> adalah suatu hal yang sangat sulit, sehingga alasan> yang keluar dari bibir adalah : "kami sudah tidak> memiliki kecocokan, sehingga lebih baik kami> berpisah". > Yang menyedihkan kadang ada yang merasa harus> berpisah atau mencari 'emas' yang lain karena> tidak adanya seorang anak dalam rumah tangga,> sebenarnya ini konsep yang harus diluruskan, karena> Berkat dan Anugerah Tuhan yang paling besar adalah> ketika Saudara dipertemukan dengan pasangan hidup> saudara. Sedangkan anak adalah berkat tambahan yang> dipercayakan Tuhan dalam keluarga. > Ada dokter di rumah sakit aku yang bercanda bilang> gini : "Eh, saya itu udah nikah 25 tahun, tapi> kadang kalo udah jengkel sama istri rasanya pengen> tak tukar tambah aja...", memang perlu hati sedalam> samudra dan seluas lapangan bola untuk memahami> pasangn kita, mencintai dengan setulus hati emang> nggak mudah, kita mudah mencintai saat dia masih> cantik atau tampan, tapi saat dia mulai keriput,> saat dia sudah mulai pikun, terlebih saat dia sudah> tidak bisa lagi berjalan tegak..., masihkah kita> juga mampu mengasihi pasangan hidup yang sudah> dianugerahkan Tuhan buat kita?>--- nora siska putri <
yaya_azizah2001@ yahoo.com>
wrote:
> Thanks mbak..
>
> senang dibahas gini ... krn kita ada dalam lingkaran
> masalah ini (mau gk mau, sekalipun hehe..). Tinggal
> kita menata, memperbanyak ilmu tentang kita dan dia
> ajah kalee ya..biar sama2 bisa saling belajar
> mengerti dan menghargai satu sama lain.
>
> Ada cerita kecil yang tiba2 teringat nih...krn kmrn
> habis baca bukunya helvi tiana rossa..
> singkat cerita, seperti ibu2 lain yg sudah sekian
> tahun membina rumah tangga, beliau dihinggapi
> pertanyaan "sebenarnya suami gue mikir seperti apa
> sekarang tentang gw (dg fisik yg pasti khas ibu2
> hehe)" jd nyari strategi gitu lah dia gmn caranya
> tau jawaban atas pertanyaan td.. hehe ..(bener2 niat
> dan penasaran kalee ya) Hingga kemudian percakapan
> itu terjadi:
>
> "Menurut Ayah, ibu yang sekarang seperti apa bagi
> Ayah..."
> (sori ya smua percakapan ini pake bahasa
Yaya> sendiri. agak lupa2 inget..)
> dengan cuek si Ayah jawab:
> "
Bunda taukan bahwa adanya bidadari syurga?..."
> "nah, bagi Ayah cukup bunda aja.."
>
> (duileeeeee gilee...rasa menerima, menghargai dan
> mencintai istrinya guede bgt..jd pengen ..hus..!
> yaya...! hehe tp bermimpi boleh siy..wk..wk. ..)
>
> ya intinya mah dengan mengkomunikasikan, dengan
> saling menerima rasa akan slalu bisa ditambah,
> dipupuki..jangan malah nyari2 celah kesalahan, gk
> seru dunk..masak lupa pada komitmen awal pernikahan
> itu sendiri..benar kata mbak datu bhw mendapatkan
> pasangan itu Anugerah terbesar...dan mendapatkan
> anak adalah anugerah tambahan..bener bgt...
>
> So..kira2 kapan ya anugerah untuk yaya datang
> (halah...maunya) hehe tapi sabar n siap menunggu
> sembari berusaha kok (buka kartu :D)
>
> ^_^
>
> ntar kita bagi2 ruang diskusi kerumahtanggaan lage
> ya..boleh nih kayaknya hehe...
Huweee... kalian tampak dalam sekali nih pemahamannya
tentang hal ini... boleh donk, bagi-bagi ilmunya... :P
Anyway... sebenernya tanti dulu dah pernah dapet
artikel ini, dan karena bagus akhirnya tanti sempet
posting di blog tanti:
http://lilmarch. blogspot. com/2008/ 07/when-we- have-to-choose. htmlHmmm... tanti mo posting komentar kalian yang di bawah
ke blog tanti, boleh ga...? buat ngelengkapin artikel
yang sebelumnya.. . hehehe...
cheers ^^
gitu deh kira2 isi nya...
special thanks to tanti n mbak datu..with my big love :)